Aliran Sesat Muncul karena Dakwah Belum Meluas

Oleh admin 29 Oktober 2007

Aliran sesat dan menyesatkan yang mengkaitkan diri dengan ajaran Islam bermunculan di Indonesia antara lain karena dakwah belum dilakukan secara meluas dan menyentuh segenap kaum Muslim di Tanah Air. "Boleh jadi adanya paham-paham baru yang bertentangan dengan akidah Islamiyah ini disebabkan karena dakwah yang belum meluas dan mendalam ke seluruh umat," kata Ketua Umum PP Muhammadiyah, Din Syamsuddin kepada wartawan dalam acara halal bi halal Muhammadiyah di Jakarta, Senin (29/10) malam.

Menurut Din, hal tersebut dapat terindikasi dari masih minimnya jumlah orang Islam yang masuk ke dalam salah satu ormas Islam di Tanah Air.

Din mengungkapkan, dari sekitar 190 juta umat Muslim di Indonesia, baru sekitar 100 juta orang yang bergabung dengan beragam ormas Islam. "Untuk itu, umat Islam harus bermuhasabah (introspeksi diri) karena mungkin dakwah yang kita lakukan masih berputar-putar di lingkungan tertentu saja," katanya.

Mengenai aliran sesat Al Qiyadah Al Islamiyah, Din berpendapat agar para pengikutnya yang telah disesatkan untuk dirangkul dan ditarik agar kembali ke jalan yang lurus. Namun, lanjutnya, bila mereka tidak ingin kembali maka diharapkan agar aliran yang mereka junjung jangan dikaitkan dengan agama Islam. "Selama mereka masih mengkaitkan tetapi sebenarnya mereka melanggar akidah Islamiyah maka hal itu bukanlah kebebasan agama tetapi sudah menjadi penghinaan terhadap agama," ujar Din.

Ia menyarankan agar pemerintah jangan lambat dan bertindak tegas karena kasus aliran sesat Al Qiyadah Al Islamiyah berpotensi untuk memburuk dan menimbulkan keresahan yang luas di masyarakat.

Din juga mengatakan, sebab lainnya dari munculnya berbagai aliran sesat juga karena adanya kebebasan yang kebablasan dari alam reformasi sehingga orang dapat membuat berbagai organisasi tertentu. Untuk masa mendatang, ia berpendapat, tidak ada jaminan bahwa sebuah pemikiran atau keyakinan dapat "dibunuh" begitu saja. "Cara yang paling baik adalah melalui penyadaran, yaitu bagaimana kita sentuh hatinya dan kita kembalikan ke jalan yang benar," kata Din

Sumber: http://www.kompas.com/ver1/nasional/0710/29/204418.htm

Kategori:

Post new comment

The content of this field is kept private and will not be shown publicly.
  • Web page addresses and e-mail addresses turn into links automatically.
  • Allowed HTML tags: <a> <em> <strong> <cite> <code> <ul> <ol> <li> <dl> <dt> <dd>
  • Lines and paragraphs break automatically.

More information about formatting options

Captcha
Mohon ketikkan karakter yang muncul pada gambar
Ketik ulang karakter yang muncul pada gambar (case-sensitive).

Login user

Daftar Milis SMU 112

Ketikkan alamat email Anda untuk bergabung dengan milis siswa dan alumni SMU 112 Jakarta.



Komentar Terbaru

Survei

UG-ICT award 2008